Kepala Desa Waeburak, Muhammad Saleh
Metronewsnttt.vom, Flotim — Kepala Desa Waeburak, Muhammad Saleh, bersama Kepala Desa Narasaosina, Yanuarius Igor Toland, S.Fil, mengajak seluruh warga Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya bersama ini ditekankan guna memelihara situasi yang aman, damai, dan kondusif di tanah Lewotana.
Kedua pimpinan desa tersebut mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga umum, agar mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, menjaga persatuan, dan mempererat ikatan kekeluargaan.
Bijak Bermedsos dan Tangkal Hoaks
Di tengah kemudahan arus informasi, masyarakat diminta lebih bijak dalam bermedia sosial. Warga diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya serta menghentikan penyebaran kabar bohong (hoaks) yang rentan memicu kesalahpahaman maupun konflik horizontal.
“Mari kita bersama-sama menjaga Lewotana yang kita cintai ini agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan. Kita semua adalah saudara yang hidup di tanah Lewotana, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan merawat kedamaian,” tutur kedua kepala desa dalam pernyataan resminya.
Kedepankan Dialog dan Semangat Kekeluargaan
Keamanan Lewotana dinilai sebagai tanggung jawab kolektif. Karena itu, setiap individu diimbau menahan diri dari tindakan provokatif dan selalu memprioritaskan dialog serta komunikasi persuasif berbasis kekeluargaan ketika menyikapi sebuah persoalan.
Kades Waeburak dan Kades Narasaosina turut menegaskan perlunya klarifikasi fakta (tabayun/cek kebenaran) terhadap informasi simpang siur, serta menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang sesuai mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.
Lewotana dipandang bukan sebatas tempat berteduh, melainkan rumah pusaka leluhur yang wajib diwariskan dalam keadaan damai kepada generasi penerus. Melalui falsafah persaudaraan “Ina Ama, Kaka Aring, Wahang Kae”, seluruh komponen masyarakat Adonara Timur diharapkan tetap bersatu, menolak provokasi, dan merawat harmoni sosial demi masa depan wilayah yang stabil. (mnt/***)